Pertamina Geothermal Energy Optimistis Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi 2026 Target Tembus 5.255 GWh

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:06:03 WIB
Pertamina Geothermal Energy Optimistis Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi 2026 Target Tembus 5.255 GWh

JAKARTA - Sektor energi baru terbarukan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu perusahaan yang aktif memperkuat kontribusinya dalam pengembangan energi bersih adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Perusahaan yang bergerak di sektor panas bumi ini menargetkan pertumbuhan produksi listrik pada tahun 2026. Target tersebut dipasang setelah perusahaan berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk berhasil mencatatkan peningkatan produksi listrik panas bumi pada tahun 2025. Kinerja tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk memasang target yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

Sepanjang 2025, perseroan mencatat total produksi listrik mencapai 5.095 gigawatt hour atau meningkat 5,55 persen secara tahunan dibandingkan produksi pada tahun 2024. Pada tahun sebelumnya produksi listrik tercatat sebesar 4.827 gigawatt hour.

Dengan pencapaian tersebut, perusahaan kini menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2026. Target produksi listrik yang dibidik oleh perseroan mencapai 5.255 gigawatt hour.

Target Produksi Listrik Panas Bumi Tahun 2026

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memperkuat langkah strategis dalam pengembangan energi panas bumi. Perseroan berupaya memperluas kapasitas sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap energi bersih nasional.

Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, Ahmad Yani menegaskan bahwa perusahaan memiliki visi untuk menjadi produsen panas bumi kelas dunia. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas terpasang tetapi juga melalui berbagai inovasi operasional.

Menurutnya, perusahaan juga berupaya mendapatkan pengakuan sebagai pusat keunggulan panas bumi di tingkat global. Dengan strategi yang konsisten dijalankan, perseroan optimistis mampu mencatatkan produksi listrik yang lebih tinggi pada tahun mendatang.

"Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang secara konsisten dijalankan, PGE optimistis dapat kembali mencatatkan rekor produksi tertinggi pada 2026. Perseroan memproyeksikan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 GWh atau tumbuh sekitar 3,14% secara tahunan," ujarnya.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di industri energi terbarukan. Peningkatan produksi listrik diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat.

Pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi

Untuk mendukung target produksi tersebut, perusahaan terus melakukan peningkatan kinerja operasional. Optimalisasi kapasitas pembangkit panas bumi juga menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan perusahaan.

Saat ini, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengelola total 15 Wilayah Kerja Panas Bumi di Indonesia. Wilayah kerja tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt.

Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 727 megawatt dioperasikan serta dikelola secara langsung oleh perusahaan. Sementara itu sebesar 1.205 megawatt lainnya dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Kapasitas panas bumi yang berada di wilayah kerja perusahaan memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap sektor energi nasional. Secara keseluruhan kapasitas tersebut menyumbang sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi yang terpasang di Indonesia.

Kontribusi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap upaya pengurangan emisi karbon. Pengoperasian pembangkit panas bumi tersebut berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida hingga sekitar 10 juta ton setiap tahun.

Energi panas bumi sendiri dikenal sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pemanfaatan sumber energi ini menjadi bagian penting dari strategi transisi energi menuju penggunaan energi bersih.

Proyek Pengembangan yang Masuk Blue Book Nasional

Selain meningkatkan kinerja operasional, perusahaan juga terus mengembangkan berbagai proyek panas bumi baru. Beberapa proyek tersebut bahkan telah masuk dalam daftar proyek prioritas nasional.

Empat proyek milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk telah tercantum dalam Blue Book 2025–2029 yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas. Proyek tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan nasional di sektor energi.

Keempat proyek tersebut antara lain Lumut Balai Unit 3 dan Lumut Balai Unit 4. Selain itu terdapat proyek Gunung Tiga atau Ulubelu Extension I serta proyek Lahendong Unit 7–8 dan Binary.

Total nilai investasi dari keempat proyek tersebut mencapai lebih dari 1,09 miliar dolar Amerika Serikat. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Realisasi proyek-proyek tersebut diproyeksikan mampu menambah kapasitas listrik rendah emisi. Total tambahan kapasitas yang direncanakan mencapai sekitar 215 megawatt.

Pengoperasian pembangkit listrik dari proyek tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap. Jadwal operasional diproyeksikan dimulai pada tahun 2029 hingga tahun 2032.

Dalam jangka panjang, perusahaan juga menargetkan pengembangan potensi panas bumi yang lebih besar. Perseroan membidik pengembangan potensi energi panas bumi hingga mencapai tiga gigawatt.

Kinerja Keuangan PGEO Sepanjang Tahun 2025

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan juga mencatatkan hasil yang cukup positif sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan strategi bisnis yang dijalankan perusahaan.

Sepanjang 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk membukukan pendapatan sebesar 432,73 juta dolar Amerika Serikat. Pendapatan tersebut menunjukkan kinerja operasional yang stabil dalam pengelolaan pembangkit panas bumi.

Selain pendapatan, perusahaan juga mencatatkan laba bersih yang cukup signifikan. Laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai 137,67 juta dolar Amerika Serikat.

Kinerja operasional perusahaan juga tercermin dari capaian EBITDA yang cukup kuat. EBITDA perusahaan tercatat mencapai 330,35 juta dolar Amerika Serikat.

Dari sisi aset, perusahaan memiliki total aset yang mencapai 3,03 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara itu posisi kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar 718,50 juta dolar Amerika Serikat.

Capaian tersebut menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang relatif solid. Stabilitas keuangan ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperluas investasi di sektor energi terbarukan.

Strategi Investasi untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Yurizki Rio, menjelaskan bahwa transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan membawa sejumlah konsekuensi strategis. Salah satunya adalah perubahan pada struktur margin operasional perusahaan.

Menurutnya, proses transformasi yang dilakukan untuk memperluas portofolio bisnis menyebabkan penurunan margin EBITDA yang bersifat terbatas. Namun kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari investasi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan. Penguatan portofolio bisnis juga dilakukan untuk memperluas peluang pertumbuhan perusahaan.

Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi secara bertahap. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mendorong produksi listrik yang lebih besar pada masa mendatang.

Sejalan dengan strategi tersebut, perusahaan saat ini fokus pada pengembangan berbagai proyek yang memiliki dampak cepat terhadap peningkatan produksi. Proyek-proyek tersebut dikenal sebagai proyek quick win yang dapat segera meningkatkan kapasitas terpasang.

Melalui pengembangan proyek tersebut, perusahaan berharap dapat mempercepat pertumbuhan sektor panas bumi di Indonesia. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi energi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan strategi ekspansi yang terus dilakukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk optimistis mampu memperkuat posisinya di industri energi panas bumi global. Peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan proyek baru diharapkan dapat membawa perusahaan mencapai target produksi listrik sebesar 5.255 gigawatt hour pada tahun 2026.

Terkini