Huawei Majukan Jadwal Rilis Chip AI Ascend 960DT ke Kuartal I 2027

Jumat, 18 September 2026 | 01:19:02 WIB

SUKSESFINANSIAL.ID — Huawei memajukan jadwal peluncuran chip AI Ascend 960DT dari kuartal III ke kuartal I 2027. Langkah ini menandai percepatan ambisi perusahaan asal Tiongkok tersebut untuk menantang dominasi Nvidia di pasar komputasi AI. Perusahaan menyebut chip tersebut akan menggandakan performa dibanding generasi sebelumnya.

Huawei mengumumkan percepatan peluncuran chip AI generasi terbaru mereka, Ascend 960DT, dalam ajang Huawei Connect. Juru bicara perusahaan menyatakan chip tersebut kini ditargetkan siap pada kuartal pertama 2027, lebih cepat dari rencana awal di kuartal ketiga tahun yang sama.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh David Wang, rotating and acting chairman Huawei, dalam konferensi tersebut. Percepatan jadwal ini muncul hanya sepekan sebelum pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung 24 September di Washington, DC.

Spesifikasi dan Performa Ascend 960DT

Menurut juru bicara Huawei, chip Ascend 960 akan meluncur lebih awal dari jadwal dengan performa dua kali lipat dibanding pendahulunya. Peningkatan ini diklaim berlanjut dari tahun ke tahun seiring pengembangan chip berikutnya.

Perusahaan tidak merinci spesifikasi teknis lengkap seperti jumlah inti atau konsumsi daya dalam pengumuman tersebut. Namun, Huawei menegaskan fokus mereka pada peningkatan kapabilitas komputasi AI secara berkelanjutan.

Arsitektur Peerium Computing dan Sistem Atlas

Huawei tengah mengembangkan pendekatan yang mereka sebut Peerium Computing Architecture. Arsitektur ini bertujuan menggabungkan ratusan ribu, bahkan jutaan chip AI, menjadi satu komputer raksasa untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi model AI.

Sistem ini mengandalkan UnifiedBus, teknologi Huawei yang menghubungkan prosesor dengan memori, penyimpanan, dan perangkat jaringan. Eric Xu, rotating chairman Huawei, menyatakan arsitektur baru tersebut dirancang untuk membangun sistem komputasi AI berskala lebih besar.

Sistem pertama yang berbasis arsitektur ini adalah Atlas 950 SuperPoD dan SuperCluster. Huawei mengklaim Atlas 950 SuperCluster mampu menghubungkan hingga 256.000 kartu akselerator dalam satu jaringan.

Pertanyaan Seputar Skala Sistem Atlas 960

Percepatan jadwal chip ini memunculkan pertanyaan tentang skala sistem AI Huawei secara keseluruhan. Analis teknologi Tiongkok, Rui Ma, menyoroti perbedaan signifikan dalam pengumuman terbaru perusahaan.

"The chip itself is coming WAY earlier, but the SuperPoD they announced is much smaller than what they originally laid out," tulis Ma di platform X.

Ma mencatat Huawei sebelumnya menyatakan Atlas 960 SuperPoD akan menskalakan hingga 15.488 chip Ascend 960. Namun, pengumuman pekan ini merujuk pada sistem dengan 4.096 chip, jauh lebih kecil dari yang direncanakan semula.

Dampak Pembatasan AS terhadap Ambisi Semikonduktor Huawei

Huawei terus memajukan ambisi chip mereka meski menghadapi pembatasan akses teknologi semikonduktor canggih dari Amerika Serikat. Rui Ma menilai pembatasan tersebut tidak akan menghentikan Tiongkok mengembangkan teknologi semikonduktornya sendiri.

"I think it's futile to stop China's development in semiconductors because the stakes for self-sufficiency are just too high at this point," ujarnya.

Sementara itu, Trump menolak seruan para pemimpin industri AI untuk memperlambat pengembangan teknologi karena alasan keamanan. Ia berargumen AS perlu mempertahankan keunggulan atas Tiongkok di bidang ini.

Di sisi lain, Eric Xu menegaskan Tiongkok perlu mempercepat pengembangan AI untuk mengejar AS. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Tiongkok perlu maju lebih jauh sebelum dapat memahami dan mengatasi risiko yang ditimbulkan sistem AI yang lebih kuat.

Posisi Huawei di Pasar Chip AI Global

Langkah Huawei ini menempatkan mereka sebagai pesaing langsung Nvidia di segmen chip AI. Percepatan jadwal Ascend 960DT menunjukkan upaya perusahaan menutup kesenjangan komputasi AI antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Bagi pengguna dan pelaku industri AI di Asia, perkembangan ini berpotensi menghadirkan alternatif chip AI selain produk Nvidia. Namun, ketersediaan dan dukungan ekosistem perangkat lunak menjadi faktor penentu adopsi di pasar global.

Terkini